Blogger Guest

Popular Posts

Blogger templates

http://blogtemplate4u.com/ 2013/11/literature-blog/

Blogger news

About

Sertu Kom Butars/112467

Blogger guest

Diberdayakan oleh Blogger.
Jumat, 28 November 2014

Ekonomi Biru bisa lahirkan jutaan pengusaha baru
Perairan laut Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam yang besar, berada pada posisi geografis strategis sebagai jalur komersial dan militer serta merupakan lintasan jalur pelayaran penghubung samudera sehingga menjadikan Indonesia mampu untuk berdaya saing dengan negara lain serta dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang baik bagi Indonesia. Untuk dapat memanfaatkan potensi lautan tersebut dengan baik, diperlukan data dan informasi maritim yang lengkap, komprehensif dan akurat. Peran dari institusi pengumpul data kelautan seperti Dinas Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut disingkat Dishidrosal yang dimiliki Indonesia adalah guna memenuhi kebutuhan data dan informasi maritim tersebut. Data hidrografi dan oseanografi tersebut memiliki makna penting bagi taktik, operasional dan strategi Angkatan Laut Republik Indonesia. Peranan Dishidros sebagai fungsi sipil adalah sebagai penyedia data dan informasi untuk keselamatan pelayaran serta kepentingan publik lainnya. Dishidros mengemban dua tugas dan fungsi yaitu sebagai fungsi hidrografi dan fungsi hidrografi Angkatan Laut. Melalui dua fungsi tersebut, maka Dihidros memiliki tugas untuk membuat dan melaksanakan perbaikan peta, menerbitkan buku-buku nautis, dan melaksanakan kegiatan penelitian lainnya. Tugas-tugas tersebut dilakukan dalam rangka keselamatan pelayaran, pengembangan ilmu pengetahuan, pertahanan dan keamanan, bahkan komersial. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2009 pada Pasal 109 ayat 1 berbunyi: ”Dinas Hidrografi dan Oceanografi TNI Angkatan Laut disingkat Dishidrosal bertugas menyelenggarakan penyelenggaraan Hidro-Oseanografi yang meliputi survey, penelitian, pemetaan laut, publikasi, penerapan lingkungan laut dan keselamatan navigasi pelayaran baik untuk kepentingan TNI maupun kepentingan umum”. Disamping itu, Angkatan Laut Republik Indonesia melalui Dishidros memiliki komitmen untuk mendukung program pembangunan nasional dari sektor kelautan dengan memberikan data dan informasi kelautan yang dibutuhkan oleh Pemerintah dalam program pembangunan yang telah disusun.

Program pembangunan dari Pemerintah Indonesia dilakukan secara berkelanjutan dengan menetapkan program yang disebut dengan ”Triple Track Strategy”, yaitu program pro-poor (pengentasan kemiskinan), pro-growth (pertumbuhan), pro-job (penyerapan tenaga kerja), serta ditambah dengan satu strategi pembangunan yang  pro-enironment (melestarikan lingkungan untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim). Keempat program yang ditetapkan tersebut bersinergi dengan konsep Ekonomi Biru (Blue Economy), dimana konsep ekonomi biru dapat dilihat sebagai tindakan yang bertumpu pada pengembangan ekonomi rakyat secara komprehensif guna mencapai pembangunan nasional secara keseluruhan. Ekonomi biru juga merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi ekonomi sebelumnya dilaksanakan belum menghasilkan kinerja yang baik serta menciptakan lebih banyak kegiatan dalam bentuk model yang berkelanjutan atau berkesinambungan.

Dinas Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut memiliki peran besar dalam bidang pengelolaan zona pesisir, pariwisata, industri hidrokarbon dan industri lainnya, hukum dan perundangan terutama menyangkut batas wilayah bahkan dalam penyusunan kebijakan maritim nasional. Salah satu kebijakan yang ditetapkan dalam pengembangan ”blue economy” di Indonesia adalah Pemerintah mengidentifikasi peluang-peluang investasi di sektor kelautan dan perikanan yang dapat dikembangkan berbasis ”blue economy”. Melalui kebijakan tersebut, Dishidrosal akan berperan dalam memberikan data dan informasi tentang potensi kelautan yang ada di Indonesia, sehingga Pemerintah dapat membuat program-program pembangunan yang secara berkelanjutan dalam upaya memanfaatkan potensi-potensi laut untuk dijadikan sumberdaya yang memiliki nilai ekonomi untuk dikembangkan. Data dan informasi yang diberikan Dishidros juga dapat digunakan sebagai pengambilan kebijakan dalam perlindungan lingkungan dan keamanan laut.

Beberapa peran penting dari data hidrografi bagi pembangunan nasional yang berbasis ekonomi biru, misalnya adalah penelitian tentang biologi laut seperti noise yang dihasilkan oleh beberapa jenis ikan tertentu yang dapat melengkapi basis data sensor bawah air dalam konteks ELINT (Electronic Intelligence);studi lingkungan laut bagi pengembangan desa pesisir dalam rangka pemberdayaan masyarakat pantai dan nelayan; pelacakan sumber polusi baik dari limbah pabrik di pantai dan kapal yang dibuang ke laut; selain itu dalam konteks lingkungan hidup dapat diperhitungkan model aliran air dalam mengatasi insiden oil spill serta kejahatan lingkungan (eco-crime). Peran data hidrografi dimasa yang akan datang akan berorientasi kepada tugas-tugas yang menyangkut pengawasan lingkungan. Untuk mengetahui bahwa sumber daya laut dimasa mendatang dapat terpelihara serta terjaga dengan baik yang akhirnya potensi laut tersebut dapat dimanfaatkan sebagai peningkatan perekonomian negara, maka data hidro-oseanografi mutlak diperlukan.
Sektor yang dapat meningkatkan perekonomian Indonesia. Hal ini disebabkan karena, laut Indonesia memiliki banyak potensi sumber daya yang dapat dikelola dan diberdayakan sehingga berpengaruh terhadap perekonomian rakyat dan akhirnya berdampak kepada perekonomian nasional. Laut Indonesia telah banyak mengalami kerusakan dan ini harus diantisipasi dengan tetap menjaga dan melestarikan sumberdaya serta lingkungan pesisir dan laut. Peran Dishidros disini juga melakukan pendataan dan penelitian atas potensi-potensi laut tersebut.  Bila pembangunan sektor kelautan diselaraskan dengan pendekatan ekonomi biru, maka pembangunan industrialisasi kelautan akan berlangsung secara berkelanjutan. Melalui konsep ekonomi biru, maka dapat dikembangkan dan tercipta ekonomi kelautan yang berwawasan lingkungan dengan pemanfaatan kawasan konservasi perairan yang baik dan tidak merusak lingkungan sehingga tercipta kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. Pendekatan pembangunan industrialisasi kelautan melalui konsep ekonomi biru merupakan model pendekatan pembangunan ekonomi yang tidak lagi mengandalkan pembangunan ekonomi berbasis eksploitasi sumber daya alam dan lingkungan yang berlebihan. Tetapi, merupakan suatu terobosan dalam pembangunan yang mementingkan ekonomi secara berkelanjutan serta berupaya untuk menjaga lingkungan menjadi lebih baik.

Kebutuhan akan percepatan pembangunan kelautan yang akan memberikan dampak kepada pembangunan ekonomi nasional, akan memerlukan dukungan kajian-kajian ilmiah serta penelitian-penelitian seperti yang dilakukan oleh Dinas Hidrografi dan Oceanografi TNI Angkatan Laut. Hasil-hasil kajian dan penelitian tersebut akan menghasilkan data dan informasi yang dibutuhkan oleh publik dan Pemerintah untuk ditindaklanjuti serta untuk pengambilan kebijakan dalam membuat program-program pembangunan nasional secara berkelanjutan.

0 komentar :